01 May 2013

Posted by Unknown On 8:55 AM

Kalimat diatas tepat menggambarkan bagaimana kehidupan kita sekarang.  Kehidupan dimana kita terjebak diantara indahnya masa lalu dan ancaman bahaya di masa depan.

Kalau dulu kata nenekku menebang satu pohon, gantinya sepuluh pohon yang tumbuh dengan sendirinya.  Namun sekarang sudah berbeda. Sekarang yang ditebang ribuan pohon, tapi gantinya puluhan rumah dan gedung yang dibangun oleh kontraktor dan mesinnya. Sungguh tidak sebanding.

Kalau kata fisika Tekanan selalu berbading lurus dengan suhu mutlak, maka jumlah pohon yang ditebang harus sebanding dengan jumlah pohon yang akan ditanam.  Ini bertujuan agar efek buruk yang ditimbulkan dapat diredam sedini mungkin

Sebenarnya kalau dianalogikan pohon itu seperti anaknya bumi.  Kalau kita menebang pohon berarti kita menebang anak bumi, bisa dibayangkan sendiri bagaimana respon sang induk jika anaknya dibunuh orang.  Pastinya akan marah, rapuh dan nyesek.  Hal itu juga akan terjadi pada bumi yang kita tempati ini.  Seandainya kita menebang pohon tanpa menggantinya dengan pohon yang baru maka bumi akan marah kemudian rapuh.  Bisa kita bayangkan jika bumi marah, hujan yang hanya satu malam maka air genangannya bisa menjadi satu minggu dan tingginya juga bisa mencapai atap rumah.  Kalau bumi rapuh? Hitung saja korban yang tewas terpendam dalam longsoran tanah akibat minimnya pohon yang bisa mencegah erosiLalu bagaimana dengan nyesek? Kita bicara perbandingan lagi, jika perbandingan banyaknya pohon dan asap kendaraan yang ada tidak sama, maka asap kendaraan yang mengandung karbon monoksida itu akan ke atas awan dan bereaksi sehinggan menyebabkan hujan asam, efek buruk dari hujan asam ini adalah sesak napas, karena kandungan garam yang tinggi. Tentunya sesak nafas lebih nyesek dari pada di php-in pacar
Itu baru pohon, bagimana dengan AC dan kendaraan bermotor yang juga menyumbang terjadinya peningkatan suhu rata-rata bumi atau bahasa kerennya global warming.

Kita bahas kendaraan bermotor dulu, kita pernah belajar tentang tata nama dalam pelajaran kimia. Kalau iya mungkin anda tau bagaimana membaca notasi ini (CO).  Bacaannya adalah karbon monksida.  Gas ini berasal dari pembakaran  dan polusi kendaraan bermotor.  Ketika bertemu dengan uap air rumus kimianya H2O akan membentuk H2CO3( asam karbonat) yang termasuk asam lemah.  Asam ini yang menjadi cikal bakal terjadinya hujan asam yang akan merugikan banyak orang karena sifatnya yang membuat benda yang terbuat dari besi dan baja menjadi cepat rusak akibat korosi.

Jadi tunggu apalagi, sudah cukup hidup sembarangannya.  Hidup sembarangan hanya untuk dulu.  Sekarang kita menatap masa depan, masa depan yang cerah untuk anak cucu kita.  Jaga bumi sebagaimana kita menjaga orang yang kita sayangi.
Posted by Unknown On 8:53 AM
Konsep Green School itu pasti membuat sekolahmu terasa adem lho, DEEEMI TUUUHAAAN!
Global Warming menjadi momok menakutkan bagi umat manusia di seluruh dunia.  Penebangan pohon, emisi gas buang kendaraan, bangunan tinggi, penggunaan pendingin ruangan menjadi beberapa factor penyebab global warming.  Lalu kita sebagai pelajar apa yang harus kita lakukan? Yang harus kita lakukan adalah unjuk rasa besar-besaran ke Mendikbud kita Pak Nuh agar seluruh sekolah di Indonesia bisa menjadi Green School.  Maaf, soal unjuk rasanya tadi saya bercanda jangan dianggap serius, saya takut ditangkap polisi karena menjadi provokator :D

Green school menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi global warming, karena disini kita akan terintegrasi dengan alam dan kita diajarkan bagaimana menjaga dan merawat alam.

Konsep Green School yang ideal menurutku adalah…

1. Bebas Mobil dan Motor

Area sekolah harus bebas dari kendaraan bermotor, entah kepala sekolah atau siswanya dilarang menggunakan kendaraan bermotor .  Hal ini untuk menciptakan sekolah yang benar-benar green, maksudku sekolah yang benar-benar bebas dari polusi

2.   Banyak Pohon dan Tanaman

Sekolah harus dipenuhi pohon.  Karena kata guru lesku, kadar oksigen mempengaruhi prestasi siswa.  Jadi semakin banyak Oksigen di sekolah semakin segar siswa bernapas, semakin semangat pula siswa belajar.  Dan hasilnya adalah prestasi

3. Pelajaran Alam

Sumber: ridhuan blog
Kurikulum harus menambahkan pelajaran yang berkaitan dengan alam, agar wawasan murid mengenai alam bertambah sehingga mereka tau apa yang harus dan tidak boleh mereka lakukan terhadap alam.  Karena itu bisa meminimalisir dampak buruk dari global warming

4.  Tempat Sampah 

Sumber (link)
Sekolah harus seoptimal mungkin menaruh tempat sampah, agar siswa tau betul dimana dia harus membuang sampah

5.  Re-Use / Daur Ulang

Sumber (link)
Sekolah harus memiliki alat yang bisa mengkonversi sampah menjadi berbagai bahan.  Seperti pupuk dan bahan bakar yang bisa dimanfaatkan untuk praktikum

6.  Organisasi 

Sumber (link)
Harus ada organisasi semacam OSIS yang khusus menangani lingkungan sekolah.  Agar selain guru, siswa juga bisa mengawasi siswa lain untuk selalu menjaga lingkungan sekolah

Jadi menurutku Green School gak harus mengubah sekolah kita menjadi hutan, cukup dengan cara kita merawat dan menjaga lingkungan sekolah, kemudian memanfaatkan hal yang belum biasa dimanfaatkan di sekolah sudah termasuk criteria green school.  Kalau di sekolah kita terbiasa menghargai alam, maka diluar sekolah bahkan saat sudah tidak sekolah lagi kita akan terbiasa menghargai alam.  Karena di sekolah kita belajar, dan diluar sekolah kita menerapakan.
Transforming Earth